Wednesday, September 4, 2013

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 26 AGUSTUS - 2 SEPTEMBER 2013

 LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
TANGGAL 26 AGUSTUS - 2 SEPTEMBER 2013

I. HASIL PENGAMATAN
Keadaan cuaca di sekitar  G. Merapi pada umumnya cerah terjadi pada pagi hari. Hujan gerimis terjadi pada tanggal 30 – 31 Agustus 2013 dengan intensitas rendah. Asap solfatara berwarna tipis, bertekanan lemah, dengan ketinggian maksimum 250 m condong ke barat daya teramati dari Pos Kaliurang pada tanggal 29 Agustus 2013 pada pukul 06.06 WIB.

 

Kegempan G. Merapi tercatat gempa guguran 187 kali, MP 10 kali dan gempa tektonik 9 kali. Gempa guguran yang terjadi mempunyai durasi pendek (rata-rata 20 detik) dan amplitude kecil (rata-rata 12 mm). Guguran yang terjadi. Akibat ketidakstabilan material di lereng G. Merapi. Melihat jenis dan jumlah gempa yang terjadi menunjukan bahwa aktivitas G. Merapi dalam kedaan normal.
 
Gambar 1. Statistik kegempaan G. Merapi Bulan Januari  –  September 2013
Deformasi
Pemantauan deformasi menggunakan EDM di G. Merapi dilakukan dari pos-pos pengamatan (Pos Selo, Pos Jrakah, Pos Kaliurang dan Pos Babadan) masing-masing terhadap reflektor RS1, RJ1, RK2, RB1. Hasil pengukuran jarak reflektor bervariasi di bawah 1 cm (di bawah ralat pengukuran). Hasil ini menunjukan bahwa tidak ada deformasi ditubuh G. Merapi.

Gambar 2. Hasil pengukuran  EDM Pos Kaliurang, Babadan, dan Selo Bulan Januari – September 2013
Data pemantauan deformasi menggunakan tiltmeter di Stasiun Plawangan pada minggu ini belum menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan. Data tiltmeter pada komponen-X (arah Barat-Timur) sebesar -0,3 mikroradian (tetap) sedangkan komponen-Y (arah Utara-Selatan) sebesar -0,6 mikroradian (tetap).
Gambar 3. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari – September 2013, sumbu-X (arah Barat-Timur) dan sumbu-Y (arah Utara-Selatan)
Hujan dan Lahar
Hujan di sekitar G. Merapi terjadi dalam minggu ini dengan intensitas kecil (gerimis), yaitu 35 mm selama 165 menit sehingga tidak terjadi lahar.
Gambar 5. Curah  hujan di setiap pos pengamatan  pada bulan Januari 2012 - Agustus  2013
II. SARAN
  1. Aktivitas hembusan bersifat sementara, bukan sebagai letusan magmatis, sehingga disimpulkan aktivitas G. Merapi tetap pada tingkat "NORMAL". 
  2. FKegiatan pendakian G. Merapi disarankan hanya sampai di Pasarbubar (± 2500 m dpl) saja, untuk menghindari kejadian hembusan gas dan abu vulkanik yang bisa terjadi setiap saat.
  3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

  4. Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
    sumber http://merapi.bgl.esdm.go.id/

Sunday, July 28, 2013

PELANTIKAN PENGURUS KARANG TARUNA DESA & KARANG TARUNA UNIT SE-BANGUNKERTO SERTA PERESMIAN (KEP) AGROWISATA OUTBOUND CAMP

10 Maret 2013 menjadi hari yang bersejarah bagi Karang Taruna Desa Bangunkerto karena dapat mengumpulkan seluruh Karang Taruna Unit Padukuhan/Kring se Bangunkerto sekaligus peresmian Kegiatan Ekonomi Produktif (KEP) Jasa Pelayanan Kegiatan Outdoor "Agrowisata Outbound Camp". 
Secara umum, Karang Taruna di Bangunkerto terbagi menjadi 2 kelompok berdasar fungsi dan kedudukannya. Adapun pembagiannya antara lain :
  1. Karang Taruna Desa yang berfungsi sebagai Pembina, penyambung dan pelaksana kegiatan kepemudaan di wilayah Desa Bangunkerto. Kepengurusan Karang Taruna Desa terdiri dari perwakilan Pemuda/i yang berasal dari Padukuhan/Kring yang berada di wilayah Desa Bangunkerto yang dipilih/diajukan dengan kriteria tertentu.
  2. Karang Taruna Unit Padukuhan/Kring yang berfungsi melaksanakan kegiatan kepemudaan di masing masing wilayah Padukuhan/Kring. Kepengurusan dan kegiatan kepemudaannya berasal dan berada di Padukuhan/Kring masing masing dan bersifat otonom.
Sejatinya kedua organisasi ini saling berkaitan dan terkoordinasi dalam satu sistem yang terintegrasi. Akan tetapi dalam perkembanganya kedua organisasi ini berjalan belum optimal dan menemui berbagai kendala. Adapun kendala yang dihadapi antara lain
  1. Karang Taruna Desa mengalami kendala dalam regenerasi dikarenakan sistim kaderisasi yang belum terbangun dengan baik.
  2. Karang Taruna Unit Padukuhan/Kring mengalami keterbatasan dalam meng akses Bantuan Pemerintah dikarenakan masih menggunakan nama Organisasi setempat dan belum ternaungi dalam satu Induk Organisasi diatasnya.
Hal itulah yang mendasari dicetuskannya gagasan untuk mempersatukan organisasi organisasi yang berada di tiap Padukuhan/Kring dalam panji Karang Taruna sehingga dapat tercapai hasil yang lebih optimal dan dapat meminimalisir permasalahan yang berkembang. Gagasan ini disambut baik oleh Bpk. Irkham Hadisusanto selaku Kepala Desa Bangunkerto dan didukung oleh seluruh Dukuh Padukuhan se Bangunkerto. Hal ini terbukti dengan dihadirinya acara Pelantikan dan Peresmian pada tanggal 10 Maret 2013.

Acara Pelantikan Pengurus Karang Taruna Desa Periode 2012 s/d 2015 dan Pengurus Karang Taruna Unit Padukuhan/Kring serta Peresmian KEP Agro Wisata Outbound Camp
mengambil tempat di Desa Wisata Agro Bangunkerto dan dihadiri sekurangnya 250 orang yang terdiri dari 200 perwakilan Pemuda/i se Bangunkerto dan 50 Pejabat Pemerintahan mulai dari tingkat Kecamatan sampai dengan Padukuhan.
Acara dimulai dengan sambutan dari Wakil Pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Camat Turi. Dilanjutkan dengan acara Pelantikan Pengurus Karang Taruna Desa dan Pengurus Karang Taruna Unit oleh Kepala Desa Bangunkerto sekaligus Peresmian KEP Agrowisata Outbound Camp yang ditandai dengan pemotongan Tumpeng yang diserahkan kepada perwakilan Camat Turi. Dan sebagai puncak acara sekaligus menandai diakhirinya acara seremonial, diadakan Gathering dalam wujud kegiatan Outbound oleh seluruh perwakilan Pemuda/i dengan tujuan agar lebih mengakrabkan sesama pengurus dan memperkenalkan KEP kepada masyarakat luas.


Sekarang ini sudah terbentuk sebuah sistem organisasi kepemudaan Karang Taruna yang mudah mudahan dapat terintegrasi dengan baik, terdiri dari 26 orang Pengurus Karang Taruna Desa dan 48 Perwakilan Pengurus Karang Taruna Unit. Besar harapan kami, semoga konsep ini dapat berjalan dengan baik sehingga permasalahan permasalahan yang muncul dapat teratasi dan Karang Taruna Unit dapat berfungsi sebagai "Kawah Condrodimuko" nya pengurus Karang Taruna Desa periode berikutnya.
Salam Pemuda, Salam Adhitya Karya Mahatva Yodha !!!



Friday, July 26, 2013

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI TANGGAL 15 - 22 Juli 2013

 Pada minggu ini, cuaca teramati cerah pada pagi sampai siang hari. Hujan sesekali terjadi namun tidak merata, angin bertiup tenang. Suhu di sekitar berkisar antara 13-30 0C. Pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 04.15 teramati hembusan asap kuat berwarna coklat kehitaman dengan tinggi asap mencapai 1.000 m diamati dari Pos Selo, disertai suara gemuruh yang terdengar dari sekitar G. Merapi pada radius 6-7 km. Kejadian tersebut menyebabkan terjadinya hujan abu vulkanik dan pasir ke sektor Tenggara, Selatan, dan Barat Daya. Gambar 1 menunjukan kejadian setelah terjadi hembusan yang membawa material berupa abu dan pasir teramati dari Dusun Stabelan Desa Tlogolele pada tanggal 22 Juli 2013 pukul 06.30 WIB.
Gambar 1. Kondisi Puncak G. Merapi Paska hembusan asap 22 Juli 2013 Dusun Stabelan, Desa Tlogolele.

  Pada tanggal 15 – 22 Juli 2013 (Pukul 08.00 WIB), kegempaan di G. Merapi tercatat gempa VB sebanyak 10 kali, MP 27 kali, LHF 87 kali, guguran 66 kali dan gempa Tektonik 7 kali. Kegempaan minggu sebelumnya yaitu gempa VB 1 kali, MP 5 kali, guguran 15 kali dan LHF tidak terjadi. Terjadi peningkatan jumlah gempa-gempa dangkal seperti VB, MP, LHF dalam minggu ini. Peningkatan gempa-gempa dangkal ini diduga sebagai penyebab terjadinya hembusan asap yang terjadi pada Senin, 22 Juli 2013. Karena hanya gempa-gempa dangkal saja yang meningkat, kemungkinan hembusan tersebut sebagai aktivitas vulkanik permukaan. Gambar 2 menunjukkan statistik kegempaan selama Januari hingga Juli 2013. Kegempaan yang terjadi di G. Merapi meningkat terutama gempa VB dan LHF.
 
 Gambar 2. Statistik Kegempaan G. Merapi Bulan Januari  – Juli 2013
  Data pengukuran EDM (Electronic Distance Measurement) di G. Merapi tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Data EDM di Pos Selo menunjukkan perubahan sebesar +1 mm, Pos Babadan sebesar -4 mm, Pos Jrakah sebesar -3 mm dan Pos Kaliurang sebesar +9 mm. Secara umum, perubahan jarak antara titik pengukuran EDM dan reflektor sebesar kurang dari 10 mm maka  deformasi G. Merapi masih dalam batas normal. Hasil deformasi ini menunjukkan tidak adanya akumulasi tekanan yang cukup besar hingga menimbulkan deformasi permukaan tubuh gunung. Hembusan asap yang terjadi hanya disebabkan akumulasi tekanan sesaat karena adanya pelepasan gas vulkanik. Hasil pengukuran EDM di Pos Selo, Jrakah, Babadan dan Kaliurang terlihat pada Gambar 3.

 
Gambar 3. Hasil pengukuran EDM Pos Kaliurang, Babadan,  dan Selo Bulan Januari 2012 –  Juli  2013


    Pemantauan deformasi berdasarkan tiltmeter pada minggu ini juga tidak menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan antara alat yang berada di daerah Plawangan (Gambar 4). Perubahan data tiltmeter pada sumbu x yang mengarah ke Barat-Timur sebesar  0 mikroradian sedangkan sumbu y yang mengarah ke Utara-Selatan sebesar -0.6 mikroradian. Data tiltmeter digital stasiun Labuhan, Klatakan, dan Pasarbubar juga tidak menunjukkan adanya perubahan kemiringan yang signifikan.


Gambar 4. Hasil pengukuran tiltmeter stasiun Plawangan Januari– Juni 2013, sumbu X: arah Barat-Timur dan sumbu Y: arah Utara-Selatan dari stasiun Plawangan.
  Di sekitar G. Merapi, hujan masih terjadi dengan intensitas yang kecil (Gerimis). Gambar 5 menunjukkan curah hujan di setiap Pos Pengamatan pada Bulan Januari  hingga Juni 2013.
Gambar 5. Curah hujan di setiap pos pengamatan pada bulan Januari 2012 – Juli  2013


Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental status aktivitas G. Merapi berada pada tingkat “Normal”.
III. SARAN
  1. Berdasarkan hasil pengamatan G. Merapi dinyatakan dalam status “Normal”
  2. Fenomena hembusan di G. Merapi merupakan fenomena yang sering terjadi paska letusan 2010, pendakian ke puncak G. Merapi direkomendasikan hingga Pasarbubar saja.
  3. Jika terjadi perubahan aktivitas G. Merapi yang signifikan maka status aktivitas G. Merapi akan segera ditinjau kembali.

  4. Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

     
    Sumber
    http://www.merapi.bgl.esdm.go.id/index.php

Monday, January 14, 2013

KARNAVAL BUDAYA 2013

doc. Kubro Siswo
Pada awal tahun 2013 ini, Desa Bangunkerto mendapat Predikat Desa Budaya yang di anugerahkan oleh PemKab Sleman. Sebagai ungkapan rasa syukur dan terimakasih kami, selain menampilkan Potensi UKM Bangunkerto, Pemerintah Desa bersama Karang Taruna dan Lembaga Kemasyarakatan lainnya juga mengadakan Karnaval Seni Budaya yang menampilkan kesenian kesenian yang berkembang di wilayah Desa Bangunkerto.

Adapun pentas kesenian yang dikarnavalkan antara lain
1. Kesenian Kubro Siswo dari Padukuhan Jurugan
2. Kesenian Jathilan/Kuda Lumping Klasik dari Padukuhan Gadung
3. Kesenian Topeng Ireng/Dayakan Siswo Kawedar dari Padukuhan Wonosari
4. Kesenian Jathilan Kreasi baru dari Padukuhan Bangunsari
5. Kesenian Kerawitan
6. Kesenian Mocopat dari Padukuhan Kawedan






Semua kegiatan ini kami laksanakan dari tanggal 31 Desember 2012 malam sampai dengan tanggal 2 januari 2013 Dini hari dengan melibatkan sekurangnya 400 peserta Karnaval, 12 Sub Unit Karang Taruna tingkat Padukuhan, 24 Pengurus Karang Taruna Unit Desa dan 45 Perangkat Desa, Dukuh, dan BPD.
Kami berharap melalui Karnaval ini, dapat mendekatkan dan mengingatkan masyarakat Bangunkerto akan potensi budaya yang kita miliki sehingga semangat untuk memelihara dan mengembangkan Seni Budaya Tradisional dapat terus terjaga.
Salam Karta Kerto








Tuesday, January 8, 2013

EXPO UKM 2013

doc. EXPO UKM


Dalam rangka memperingati Hari Jadi Desa Bangunkerto ke 66, Karang Taruna Desa bangunkerto bersama Pemerintah Desa Bangunkerto mengadakan serangkaian kegiatan yang berbasis Promosi dan Pengembangan Potensi Desa mulai dari UKM sampai dengan Seni Budaya di wilayah Bangunkerto pada khususnya dan Kec Turi pada umumnya. EXPO UKM pada tahun 2013 ini bertempat di Balai Desa Bangunkerto dan diikuti sekurangnya 39 UKM TERDAFTAR yang tersebar di seluruh Bangunkerto.
Sebagai salah satu agenda tahunan, Karang Taruna berharap dapat membuat kegiatan serupa pada tahun 2014 dan dapat diikuti tidak hanya UKM yang berbasis di Bangunkerto, tetapi juga memungkinkan diikuti oleh UKM yang tersebar di seluruh Kec Turi.

Dalam Expo 2013 ini, UKM yang ikut serta bermacam macam, mulai dari Kerajinan, Jasa, Seni dan Makanan Olahan. Khusus tahun ini didominasi oleh Usaha makanan. Mulai dari makanan kaki lima sampai dengan produk olahan lainnya seperti Geplak salak dsb.